Travelling and Teaching #9 1000 Guru Malang

Gimana rasanya menghabiskan satu hari berbagi kesenangan dengan adik-adik yang bersekolah di tempat terpencil? Nggak bisa diungkapin dengan kata-kata deh! Bonus ngetrip ke tempat yang asik dan jelas bertemu dengan banyak orang-orang baru.



Itu kesan yang saya dapatkan ketika bergabung sebagai relawan untuk kedua kalinya dengan komunitas 1000 Guru Malang (ig @1000_guru_malang). Perasaan nyaman yang lamaaa banget ga saya dapatkan ketika gabung dengan banyak komunitas kecuali INC Malang sih. Tau sendiri lah kalo udah nyaman biasanya betah eh.

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu saya bersama rekan-rekan 1000 Guru Malang mengikuti kegiatan travelling and teaching ke MI Miftahul Ulum Banyusari, Blarang, Kecamatan Tutur, Pasuruan. Nggak lupa, ketika rekrutmen saya mengajak temen sekampus saya yang sebelumnya ikut kegiatan serupa, Sadia Kinanti. Plus satu temen jaman sekolah, Adi, yang suka banget sama anak kecil tapi belum pernah ikutan kegiatan ini. Serunya, kami bertiga sama-sama lolos seleksi rekrutmen. Kebayang kan senengnya kalo kamu dan sahabat-sahabatmu bisa ikut kegiatan positif bareng?



Dari meet point Universitas Malang, kami berangkat menuju Dusun Blarang naik truk tentara. Jalan yang kami tempuh turun naik karena melalui rute yang serupa dengan perjalanan ke Bromo. Beberapa kali melalui aspal yang udah rusak di kiri-kanan jalan, penerangan jalan terbatas, dan suasana gelap sampai-sampai terlihat kunang-kunang. Kapan kamu terakhir kali ketemu kunang-kunang, coba?

Perjalanan yang bikin gak bisa merem itu akhirnya berakhir ketika kami sampai di Madrasah tujuan kami. Setelah beres-beres, makan malam, dan perkenalan, kami beristirahat untuk mempersiapkan hari esok yang kami harap menyenangkan. Saya tergabung dengan tim kelas 2 yang udah heboh banget dengan properti mengajar besok.

Sabtu pagi, satu per satu siswa mulai berdatangan ke sekolah. Sebagian dari kami masih sibuk dandan, sebagian mulai mengabadikan momen, beberapa udah nggak sabar dan mengajak anak-anak main bareng di halaman sekolah. Sebagai bentuk peringatan Hari Sumpah Pemuda, kami mengadakan upacara sekaligus dari pihak sekolah menyambut kedatangan kami. Abis gitu? Have fun dong biar akrab!



Memasuki jam pelajaran, kami mulai masuk ke kelas masing-masing. MI Miftahul Huda ini punya bangunan yang tergolong kecil. Beberapa kelas hanya disekat untuk dipakai bersama, ada juga yang harus berbagi ruangan dengan murid TK. Jumlah siswa pun ada yang cuma enam orang. Kelas 2 yang saya asuh, yang kata Bapak Kepala Sekolahnya banyak murid bandel, jumlah siswanya paling banyak yaitu 23 orang.



Rencana awal untuk mengajarkan budaya Indonesia dengan lengkap ala guru-guru seketika buyar ketika murid-murid ini mulai rusuh. Berantem, nangis, utak atik alat bantu ajar :D Ya wajar sih, mungkin mereka mikirnya hari Sabtu gini kedatangan kakak-kakak cakep masa masih mau belajar lagi? Mendingan main aja kan! Untungnya, kami masih punya kuis tebak-tebakan yang bikin mereka semangat lagi untuk belajar budaya Indonesia.

Sesi mengajar kedua dilanjutin dengan persiapan pentas seni nanti malam. Kami berencana menampilkan tarian Yamko Rambe Yamko plus kostum yang total banget! Kak Nuril dan Kak Muly semangat banget ngajarin adik-adik ini setiap gerakan tarian. Meskipun ya ujung-ujungnya mereka ga fokus lagi, terus mulai lari-larian. Aseli, tantangan besar banget buat menghadapi anak-anak usia segini. Apa kabar guru SD kita waktu ngajar dulu ya? Belum lagi di sekolah semacam ini, 1 guru biasanya mengasuh 1 kelas untuk semua mata pelajaran. Tangguh ya! Terima kasih banget ya guru-guru...


Setelah mengajar, kami membagikan donasi berupa tas dan alat tulis sambil memberi mentoring ke adik-adik agar semangat belajar. Adik-adik ini kami ajak menuangkan cita-citanya di pohon impian, supaya semakin termotivasi meraih apa yang mereka impikan. Menurut kalian, cita-cita mereka apa ya?


Sorenya, tim Ciliwung Camp mengajak mereka bermain bareng. Oke, aku nggak tau nama permainannya apa, tapi ikutan aja biar seru!

Nggak cuma kegiatan mengajar, tim 1000 Guru Malang juga memberikan layanan pengobatan gratis untuk warga setempat. Kegiatan ini bekerja sama dengan puskesmas setempat agar manfaat kegiatan nggak cuma buat anak-anak tapi buat semua :)


Malam harinya, teman-teman tim inti 1000 Guru Malang sudah mendekorasi halaman sekolah yang tadinya sederhana menjadi meriah dan...pinterest banget! Keceriaan segera menyelimuti MI ketika pentas seni dimulai dan para orang tua ikut hadir buat liat anak-anaknya beraksi.



Bahagia banget liat usaha adik-adik yang semangat banget tampil. Tentunya kami berharap pentas seni ini membuat mereka semakin berani untuk tampil di depan umum atau menunjukkan bakat di kemudian hari.


The party left us speechless, we were having sooo much fun. Makasih banget untuk tim 1000 Guru Malang yang mempersiapkan segalanya dengan baik, teman-teman 1000 Guru terutama kelas 2, kakak-kakak Ciliwung Camp, serta kepala sekolah, kepala desa, serta warga yang mendukung kegiatan ini. Kalo diperpanjang nanti jadinya pidato ya? Belum selesai lo! Masih ada hari Minggu, hari travelling bagi kami. Kemana? Cek di part 2-nya ya!

~ Kebahagiaan berlipat ketika dibagikan. Ilmu pengetahuan bertumbuh ketika diajarkan. ~



Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

16 komentar:

  1. ah senangnya ya bisa turut serta dalam kegiatan yang bermanfaat dan menginspirasi kayak gini. Jadi rindu punya acara bareng anak kecil-kecil. So much fun!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, seru bisa jadi bagian keceriaan mereka dan tetap menginspirasi :D

      Hapus
  2. Wajah wajah bahagia dan penuh cinta terlihat sekali, senangnya bisa berbagi yah. seru banget sepertinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget! Coba saja ikut kegiatan komunitas ini :)

      Hapus
  3. jadi ingat dulu waktu masih punya banyak waktu sering ikut kegiatan yang banyak melibatkan anak-anak
    baca pos ini jadi kangen dengan kebersamaan dengan anak-anak yang imut dan menggemaskan

    BalasHapus
  4. keliatannya emang seru juga ya :)

    BalasHapus
  5. ah seru acaranya
    pingin ikutan kalau udah resign entar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kegiatan ini Sabtu-Minggu sih mas :)

      Hapus
  6. Senang ya kalau liat anak-anak ketawa gembira, gitu =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, soalnya anak-anak punya senyum dan tawa yang tulus :)

      Hapus
  7. Haaa kebayang sih ngajar anak SD, rusuh banget haha. Suara abis, keringetan, tapi seneng banget. Mereka selalu setia banget lagi dengerin kita ngomong haha. Tapi kalo anak kelas 5-6 sih udah mulai susah ya

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/one-day-trip-to-shirakawa-go.html/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelas 5-6 lebih cepat tanggap, tapi kalau anak kelas 1-2 gitu lebih mau memperhatikan kalau diajak main :))

      Hapus
  8. Seru... Salut sama bapak ibu guru yang tiap hari menghadapi murid2nya sendirian... Aku bayangin aja udah capek duluan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iyaa :D Anak-anak kayak punya energi lebih banyak, mbak. Salut beneran sama para guru :)

      Hapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.