Singapore Day 3 : Etnis dan Museum


Di episode ketiga 4 Hari 3 Malam di Singapura Dibayarin ini saya mau menjelajah lokasi-lokasi yang kental dengan etnis, yaitu Chinatown, Bugis Street, Kampong Glam, Little India, Arab Lane. Plus, berkunjung ke National Museum of Singapore dan mampir bentar ke National Library, Singapore Art Museum, dan Museum of Toys.

Buat yang belum tau, Singapura itu nggak kalah beragam dengan Indonesia lho. Seenggaknya ada 4 etnis besar yang bermukim di Singapura, yaitu China, Melayu, India, dan Eurasia. Urusan bahasa, jangan ditanya. Warga yang keturunan etnis itu aja kadang-kadang saling nggak nyambung gara-gara bahasa Inggrisnya lemah. Tapi don't worry, mereka ramah dan akur-akur aja tuh.
in MRT. everyday ^^ oh, and Eurasia.
Chinatown kan udah duluan di sore hari kedua kemaren, jadi kami berkesempatan jalan-jalan ke lebih banyak tempat hari ini, jadi bisa sekalian nyasar ke tempat yang notabene bukan tourism spot.

Bangun pagi, sarapan di hotel. Yups, Orchard Parade Hotel udah include breakfast di Tunglok. Dan menunya tiap hari beda-beda, nggak perlu takut bosen deh. Tapi hati-hati soal kehalalannya ya.
Oya, di Singapura juga ada budaya "memanfaatkan kesempatan". Jadi wajar banget ngeliat orang bawa sarapan dari prasmanan segunung tinggi, atau malah ditaruh kotak buat makan entar. Ala anak kost banget tuh :))

Usai sarapan, kami beranjak naik MRT menuju Bugis Street. Ini adalah lokasi belanja jalanan terbesar di Singapura loh!
Bugis Street
Tempat menarik lainnya adalah Bugis Junction. Ada juga becak wisata, Uncle Trishaw yang bisa kamu sewa kalau mau jalan-jalan di area Bugis. Mau belanja pernak pernik atau oleh-oleh juga bisa..

Kemudian lanjut jalan kaki ke arah selatan menuju Singapore Art Museum.
Singapore Art Museum
Katanya ada show keren di Singapore Art Museum ini, tapi sayangnya saya nggak masuk :(

"Balas dendam"-nya, saya ke National Museum of Singapore yang keren banget!

Pas saya datang, kebetulan lagi ada pameran Princely Treasure from Liechestein yang digelar sampai September ini. Plus open house yang artinya bebas menikmati pameran dan sejarah Singapura dengan gratis. Uwooohh!

Beda kayak museum Indonesia yang cenderung suram, museum di Singapura asik banget. Klasiknya dapat, tapi modern dan bikin betah. Ini nih yang keren. Coba kalo museum di Indonesia bisa memunculkan daya tarik dan bikin betah pengunjungnya, dijamin orang Indonesia seneng mempelajari sejarah negeri kita yang kaya ini ya :)

Puas di National Museum of Singapore, lanjut jalan beberapa blok ke Museum of Toys. Tapi bayar $15. Jadinya, hehehe, cuma numpang lewat aja deh. Destinasi berikutnya: Haji Lane!
Haji Lane ini sebenernya sama aja kayak Kampung Arab di Indonesia, lebih kecil malah. Sama di Malang aja kalah gede, kalah macet, kalah rame. Tapi uniknya, Haji Lane ini dipenuhi mural-mural cantik di dindingnya. Aseli keren!

Masih satu kompleks dengan Haji Lane, kami bergerak ke Sultan Mosque dan Kampong Glam .
Sultan Mosque
Dan pulangnya, kami melalui Victoria Street. Katanya para tenaga kerja dari Indonesia kalo lagi libur suka ngumpul-ngumpul di sini.. Tapi karena siang, nggak ada kali ya :))

Nah karena hari masih siang, saya bergerak ke utara, menjauhi area wisata ke arah pemukiman warga. Sambil berwisata, pengen tahu juga dong, orang-orang Singapura kayak apa sih?
fitness park
Ada belasan wahana olahraga di fitness park, dan biasanya deket taman bermain. Ada di hampir semua tempat pemukiman, jadi semacam fasilitas publik. Oiya, itu tanahnya empuk loh, semacam karet sintetis tebel, tapi bermotif biar gak licin.
siapa bilang Singapura selalu bersih?

Jalan Besar Stadium. Mottonya : Welcome to the Lion's Den (kayak Arema yak!)

Setelah itu, kami menuju Little India. Meskipun sebenernya saya paling males ke sini karena biasanya orang India memakai wangi-wangian. Hidung kecilku sensitif.
Oiya, ada yang aneh waktu lewat di Kebo Street (Iya, kerbau). Di sana, segerombolan lelaki tua muda berkerumun di depan toko elektronik. Banyak banget! Ada kali 40-50 orang...
Ada apa nih?
Karena penasaran, saya lewat dong di antara keramaian para lelaki. FYI, di gang ini kayaknya nggak ada perempuan, atau memang gang khusus para lelaki. Pengen tahu juga, lagi ngeliatin apaan di sana. Dan ternyataaaaa...
TERNYATA NONTON BOLLYWOOD BERJAMAAH SODARA-SODARA!
Oiya, di dekat Little India-Ferrer Park, ada sebuah taman (entah lapangan mini) yang nggak ada bersih-bersihnya sama sekali. Sampah bertebaran kayak lapangan abis dipake konser dangdut, orang nyeberang jalan seenak udel, dan polisi cuek aja liat itu semua. :))


CAPEK! Petualangan hari terakhir diceritain di post selanjutnya ya ^^

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

20 komentar:

  1. Waahh,, national museum, waktu saya kesana nggak sempet ke museum itu :(

    BalasHapus
  2. Sebenernya kalo museum di Indonesia dibikin modern, apa beneran bisa menarik pengunjung? karena kebanyakan dari mereka jarang banget yang kepikiran buat kesitu, ya paling kalo dateng ke musem juga karena ada tugas. U know what I lah hehe. Tapi, baru tau nih di singapura ada bugis street. Itu seperti suku di sulawesi apa bukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenyataannya museum di Indonesia pun diwisatakan kok. Kalaupun hanya sekali kesana karena tugas, dengan kenyamanan dan fasilitas yang baik, yakin deh orang Indonesia nggak kapok ke museum.

      Orang Indonesia gak ngebosenin kok, banyak yang suka sejarah, seni, atau ilmu sosial yang bisa dipelajari dari museum :)

      Hapus
  3. wihhh kapan yaaa bisa kesana -__-

    itu sampahnya cuman di tempat tersembunyi atau nggak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan enaknya Om?
      mungkin bisa dibilang tersembunyi sih, soalnya deket area pemukiman warga.

      Hapus
  4. Oeeee...membandingkan museum di Singapura dan Indonesia seakan membandingkan antara langit dan bumi, hahaha. Saya punya leaflet Museum Singapura edisi tahun 2008. Di leaflet itu ditawarkan paket Museum Pass per orang seharga $10. Kalau dirupiahkan itu kan sekitar Rp80.000 yah? Aku nggak habis pikir kok orang di sana rela mengeluarkan uang semahal itu hanya untuk masuk museum ya? Sedangkan kalau di negara kita ya... tau sendiri lah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha, buat contoh aja sih. Kali aja ke depannya museum Indonesia bisa maju :3

      Saya sih mau aja kalo fasilitasnya bagus, emang dasarnya suka ke museum. Lagipula nggak "cuma masuk" museum kok. Buat keliling aja kita dibawain guide pake tablet + audio, hayoloh mahal banget dah. Bagi saya masuk museum nambah pengetahuan juga sih. Hehe

      Hapus
  5. Mungkin sudah hal yang lazim dan umum jika para pengunjung musium disuguhkan informasi melalui guide, audio pandang dengar, film dokumentar dan lain lainnya. Namun yang mungkin perlu dicoba adalah saat para pengunjung musium asyik bersliweran di Musium, mendingan mereka diberikan headphone atau headset aja ya. Menara control atau operator yang menjelaskan informasi Musium yang bisa didengar langsung oleh masing masing pengunjung

    BalasHapus
    Balasan
    1. di sana masing-masing pengunjung pake tablet audio dengan headset masing-masing. jadi kalau mengunjungi salah satu artefak/ruangan, tinggal masukkan angka yang tertera di lantai dan audionya langsung memberikan informasi, termasuk narasi film :D

      Hapus
  6. Area wisata fitnes parknya keren, kalo di indonesia pasti harus bayar tiket masuk tuhh -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu terbuka untuk umum, dan di area pemukiman, bukan wisata :D

      Hapus
  7. jalan2 tanpa wiskul itu sangat merugikan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ini edisi etnis dan museum bang :)
      lagipula kuliner di sini agak susah, cari yang halal harus teliti

      Hapus
  8. baiklah kak. ini cukup membuat saya semakin mengencangkan ikat pinggang biar tabungannya cepet cukup buat ke Singapuraaaaa~

    BalasHapus
  9. ya ampun.. nonton bollywood aja segitu hebohnya ya.. hihihi
    museumnya keren2 bgt ya.. Coba klo di indonesia museumnya dibikin sekeren itu, pasti banyak yg dateng, terutama aku.. hahaa

    BalasHapus
  10. pingin banget jalan2 ke sana :D

    New post:
    Back to School with Chicnova
    Review: Citra Hazeline Spotless White Glow UV

    Visit my blog :)
    www.luchluchcraft.blogspot.com
    www.tokoluchluchcraft.blogspot.com

    BalasHapus
  11. Hahaha itu yang terakhir lucu banget. Kirain ada apaan gang khusus lelaki, ternyata...
    Gueee.. kapan ya bisa ke Sinagpure. Hiks. Hiks. Semoga waktu dekat deh. Amin.

    Oh iya, btw, bisa tukeran link ngga ya? blognya bagus. :))

    BalasHapus
  12. Uwaaaahhh baru tau singapur ada yg jorok juga hahahaha :p. Selama ini srg ksana kyknya g prnh liat ada tempat yg kotor :p.. Tp aku kalo ke sing palingan cm ke clarke quay main bungy jumping ato ke uss :D. Trs balik jkt lg :D. Bnran cm ngelepas jenuh thok :D..kapan2 jd pgn jelajah singapur lbh dalem

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.