Manfaat Buka Puasa Bersama

Kalau udah melewati minggu pertama bulan Ramadhan, tentunya ajakan buka puasa bersama mulai berdatangan. Dari komunitas, teman sekelas, tempat kerja, bahkan event sponsor. Nggak jarang sampai rebutan hari, dan kita bingung mau ikut yang mana. Soalnya semua buka puasa bersamanya pasti seru!

Seru? Iya dong. Buka puasa bersama kan banyak manfaatnya. Apa aja sih?

Menjalin silaturahim.

Ini alasan utama setiap orang bikin dan ikut buka puasa bersama. Menjalin silaturahim, karena kita berkumpul bersama mengakhiri puasa hari ini bersama orang-orang di sekitar kita. Karena nongkrong nggak selalu punya ketertarikan yang sama dan nongkrong udah biasa --karena bisa dilakukan di luar bulan Ramadhan.

Nggak jarang, ajang buka puasa bersama juga jadi tempat reuni bareng temen-temen SMA dulu. Bisa saling bertukar kabar dan cerita. Yang lama nggak ketemu bisa saling tatap muka lagi, yang hampir setahun nggak saling sapa bisa bertukar senyum lagi. Buka puasa bersama selalu jadi agenda tahunan kelasku, karena setelah lulus, kami banyak yang terpisah karena beda kampus bahkan beda kota. Ada juga yang sibuk kerja dan sulit untuk menyisihkan waktu luang. Ketika bulan Ramadhan, tentu ada waktu yang bisa disisihkan untuk bertemu kan? :)
temen SMK, kumpul paling rame kalau buka bersama.

Tidak berbuka puasa dengan teman, tapi dengan keluarga? Ini lebih bahagia. Zaman sekarang, apalagi di Jakarta, banyak keluarga yang terpaksa buka puasanya tak lengkap. Iya, tak lengkap. Mungkin para orang tua sedang terjebak macet. Para rantau pendidikan juga pasti bahagia ketika bisa bertemu keluarga lagi. Nggak sendu sendirian lagi.

Mengenal keadaan orang lain

Silaturahim tentu saja mengantarkan kita untuk lebih dekat dengan orang lain. Dan saat kita lebih dekat dengan orang lain, cerita baru tersuguhkan agar kita bisa mengenal keadaan orang lain dengan lebih baik.

Yang anak kost, jauh dari orang tua di lain kota, tentunya butuh adaptasi dengan lingkungan sekitar. Buka puasa bersama membuat kita mengenal tetangga lo. Apalagi keadaan dan cara berbuka puasa di setiap tempat pasti berbeda. Ketika di kampung halaman kita cukup menunggu bedug lalu berbuka dengan kolak, mungkin di kota baru kita diteriaki mpok-mpok (yang sebenarnya ramah) untuk mengantar es buah ke masjid sebelum berbuka bersama. Merasakan kebersamaan di antara keterasingan itu susah, lho. Dan buka puasa bersama memfasilitasi kita untuk saling mengenal keadaan yang sebelumnya asing bagi kita.

berbuka di parkiran, pernah?
Ketika di Jakarta, saya pernah berbuka puasa bersama di sebuah penitipan motor sepulang magang. Ya, macet memaksa saya berbuka sebelum sampai rumah. Suasananya tentu berbeda dengan di rumah, dan di sini saya jadi mengenal keadaan orang lain. Keramahtamahan si pemilik yang menyediakan puluhan teh manis hangat dan gorengan, juga canda tawa pegawai kantoran yang terjebak macet hingga lewat maghrib. Hal seperti ini jelas tak akan saya temukan begitu saja ketika berbuka puasa sendirian.

Pernah buka puasa bersama anak-anak yatim piatu? Saat kita duduk bersama mereka, tentu kita merasakan secuil kisah mereka. Bahagianya merasakan kebersamaan dengan keluarga panti, duka kesepian tanpa orang tua. Juga ketika berbuka dengan orang-orang yang kurang mampu, kita akan merasakan bahagianya menikmati makanan setelah seharian menahan lapar. Kadang rasa haru juga muncul saat mereka berterimakasih dengan kehadiran kita yang berbuka dengan mereka. Ah, ketulusan biar Allah yang membalas :')

Pahalanya lebih banyak

Ini yang paling ditunggu-tunggu. Pahala! Ramadhan kan ajangnya meraih pahala sebanyak-banyaknya, dan buka puasa bersama juga pahalanya lebih banyak! Nggak percaya? Coba nih, yang kebagian jadi panitia, pasti ngerasain sibuknya nyiapin puluhan (bisa ratusan) takjil dan menu buka puasa untuk peserta. Belum lagi menyiapkan tempat dan mengkoordinasi seluruh peserta. Perjuangan kalian tak sia-sia bung! Membahagiakan orang lain itu pahala!
*tiba-tiba ingat takjil tumpah pas buka puasa di sekolah*

Dan ketika kita buka puasa bersama, tentunya kita akan berdoa bersama-sama, sholat berjamaah dan bila memungkinkan tarawih bersama. Tak jarang, tadarus bersama melantunkan ayat-ayat Al-Quran. Mendengar saja sudah menjadi pahala, apalagi bertadarus bersama :)
Yuk shalat berjamaah!

Plus-plusnyaa...

Setiap buka puasa bersama pasti ada sesi ngabuburit-nya. Nggak mungkin dong, tiba-tiba datang, makan, pulang? Nggak cuma sesi ngabuburit, sesi after-breakfast alias habis berbuka juga paling banyak plus-plusnya. Kenapa? Karena sesi ini diisi dengan hal-hal menyenangkan, bisa jual takjil bareng, seminar ngabuburit, atau fotografi bersama. Salah satunya pernah saya tulis di sini.
Dulu waktu masih cupu, saya pernah ikut buka bareng komunitas Blogger. Hasilnya? Teman baru nambah, kenal orang-orang baru, dan dapat ilmu baru! Belum lagi goodie bag yang jadi hak para peserta. Seneng kan!
pernah dapat stiker-stiker, buku, pashmina, asyik~


Nah, cukup banyak kan manfaat buka puasa bersama? Apa lagi yang kamu tunggu, yuk buka puasa bersama!

Tulisan ini disertakan dalam tema "Manfaat Buka Puasa Bersama" ngaBLOGburit 19 Juli 2013

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

12 komentar:

  1. buka puasa bersama lebih bermanfaat kalo bukanya dibayarin, alias gratis xD hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang gratis-gratis emang lebih enak :D

      Hapus
  2. Seru banget nih ceritanya.. ^_^

    BalasHapus
  3. rame....asyik...berasa deh senengnya....

    BalasHapus
  4. buka puasa bersama memang asiik, mbak... rame penuh cerita :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nggak mungkin nggak ada cerita pas lagi bareng-bareng :D

      Hapus
  5. Halo... blogwalking balik.

    Rame ya blognya, keren! :D

    BalasHapus
  6. Postingan yang bagus sob, emang buka bersama banyak manfaatnya dan besar pahalanya.

    BalasHapus
  7. Paling senang kalo diajakin teman buka puasa bareng :D rame2 gitu loh :)

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.