Jonggring Saloko, The Forgotten Black Pearl

Posting ini ditulis dalam dua bahasa. (This post is written in English and Indonesia)

Ya, Mutiara Hitam yang Terlupakan. Begitulah saya menyebut pantai cantik yang nyaris tak tersentuh di sisi selatan Kabupaten Malang, Jonggring Saloko. Kenapa saya menyebutnya sebagai mutiara hitam? Akan saya ceritakan :)

Yes, The Forgotten Black Pearl. That's how I call a beautiful (almost) untouched beach at South Malang, Jonggring Saloko. Why did I call this beach as a black pearl? Here, I'll tell you :)



LOCATION



Pantai Jonggring Saloko terletak di Desa Mentaraman, sekitar 70 kilometer di selatan kota Malang. Tak banyak yang tahu keberadaan pantai yang luar biasa ini. Sangat sedikit yang mengunjunginya, sehingga pantai ini juga disebut "pantai perawan". Jonggring Saloko hanya terkenal di kalangan penjelajah atau pecinta alam. Terkadang, klub pecinta alam di universitas-universitas Malang melakukan inagurasi di sini. Pengunjung lain, memilih Jonggring Saloko sebagai tujuan jelajah penuh tantangan. Dan yah, memang satu-satunya akses menuju Sang Mutiara Hitam memiliki banyak sekali tantangan.
Jonggring Saloko, located at Mentaraman Village, approximately 70 km south from Malang. Not many people know the existence of this amazing beach. So few people has visited this place makes it becomes "virgin beach". Jonggring Saloko only well known to few people, adventurers especially. Sometimes, Nature Lover clubs use this beach as an inauguration place. Some others, wants a lot of challenges in adventure. And yes, the only access to this Black Pearl has so many challenges.

Menuju selatan Malang ke Donomulyo cukup mudah, bisa menggunakan mobil maupun motor. Namun perjalanan dari Donomulyo menuju Mentaraman sangat sulit. Kamu hanya bisa menggunakan motor trail, atau motor yang kuat, atau kendaraan off road. Kamu harus melalui 8 kilometer jalan berbatu yang rusak. Pemukiman terdekat berjarak 5-6 kilometer dari pantai, jadi pastikan persiapan dan perbekalan menuju Jonggring Saloko sudah lengkap. Hanya ada tiga rumah di dekat pantai, dan mereka tidak menjual makanan-makanan seperti di Balekambang, kecuali kelapa hijau dari depan rumah mereka sendiri
Going south from Malang to Donomulyo is easy, you can use your car or motorbike. But from Donomulyo to Mentaraman, you can only use mototrail, though motorbike, or any other off road vehicle. You have to go about 8 km through stone road. The closest settlement is about 5-6 km from the beach, so make sure you have all preparation and supplies. There is only three houses here, and the owners don't sell food just like what we can find easily in Balekambang, but they can get you green coconut fresh from the trees in front of their house.

Perjalananmu ke Jonggring Saloko akan sangat, sangat menyiksa. Tapi tidak perlu menyesal! Kamu akan melihat salah satu pantai terindah di Malang. Your trip to Jonggring Saloko will be very, very torturing. But again, you're not gonna regret the burden. You'll see one of the most beautiful beach in Malang.


Cantik? Iya sih, tapi ini seperti pantai lainnya kan? Tidak. Yang kamu lihat baru sepotong kecil. Beautiful? It looks like any other beach! Nope. You only see the small part.

THE HIDDEN BEAUTY



Daya tarik Jonggring Saloko adalah karang dan dinding batu yang menghadap ke Samudera Hindia. Saat ombak kuat dari lautan menghantam karang akan terbentuk ombak tinggi dengan suara "Brosh!". Ini dia yang disebut Ngebros, dan hanya di Jonggring Saloko kamu bisa mendengarkan suara ngebros begitu sering.
The attractiveness of Jonggring Saloko is it has some coral islands and tough walls face the Hindia Ocean. While the strong tide from the ocean hit these corals, it creates a huge tide with a sound "Brosh!" which then called Ngebros. You can hear so many ngebros sounds only in Jonggring Saloko.

tide at Jonggring Saloko, seen from cliff

Ada harta karun rahasianya nih. Kalau kamu berkunjung ke Jonggring Saloko, kamu harus menuju "Pantai Mutiara Hitam"-nya. Begitu datang di Jonggring Saloko, kamu tidak bisa langsung bertemu dengan pantai tersembunyi itu. Kamu harus berjalan, iya jalan kaki, sejauh 200 meter ke arah barat.
Here, I'll tell you a secret treasure. Your journey to Jonggring Saloko wouldn't complete without seeing the Black Pearl Beach. You can't just meet this hidden, black sand beach at the first time you come. You have to walk about 200 meters west to meet this.


Sepi! Seperti pantai milik sendiri! Kamu bisa menikmati pasir hitam berkilau yang halus sendirian. Ombak di sini agak tenang dan cukup aman. Puas-puasin deh.
NO ONE HERE! FEELS LIKE PRIVATE BEACH! And you can enjoy this smooth, sparkling black sand for your own. The tide is safe enough. Please yourself!

Kalau kamu berjalan beberapa meter ke utara, ada perairan payau yang sebenarnya adalah muara sungai. Kamu bisa mandi di sini setelah puas bermain dengan pasir dan air laut yang asin. Tapi hati-hati, kemungkinan ada buaya atau ular di sekitar area itu.
If you walk a few meters north, you can find brackish water. It's actually the end of a river (estuary) and you can wash yourself after playing with sand and salty water here. Be careful, there might be crocodile or snake around.

ANOTHER THINGS YOU NEED TO KNOW


Dari beberapa informasi yang saya dengar dari teman-teman, Jonggring Saloko juga punya daya tarik pariwisata lainnya. Ada Larung Sesaji, prosesi menghanyutkan makanan ke lautan sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang diadakan pada malam purnama, 15 Suro. Ada juga gua tersembunyi bernama Gua Sengik yang memiliki stalaktit dan stalakmit indah. Di kedalaman 500 meter, stalakmit ini membentuk ruangan seperti lounge. Tapi berhubung saya belum pernah mengunjungi Gua Sengik, jadi saya tak bisa bercerita banyak. Desa Mentaraman sendiri juga memproduksi kesenian tradisional, Jaran Kepang. Ada tiga jenis jaranan yang diproduksi di sini, yaitu Jathilan, Pegon, dan Sentherewe. Jenis-jenis Jaran Kepang ini khas dan berbeda dengan Jaranan lainnya yang terkenal di masyarakat.
From some informations I got from my friends, Jonggring Saloko also have another tourism appeal. There is Larung Sesaji, an activity of releasing foods to the ocean as a form showing gratitude to God at night before full moon, 15th day of month Suro. Also there is a hidden cave named Sengik Cave which has beautiful stalactites and stalagmites. In 500 meters depth, there will be a 'lounge' from natural stalagmites. I haven't go to Sengik Cave, so I can't tell more. Mentaraman village itself still produces traditional art, Jaran Kepang. This village produces three kinds of Jaranan: Jathilan, Pegon, and Sentherewe. These kinds of Jaran Kepang are very typical and different with other famous Jaranan.

Saya benar-benar ingin menceritakan tentang Jonggring Saloko karena pantai ini sudah diabaikan perkembangannya oleh pemerintah lokal. Saya ingin, ketika kamu dan orang-orang lain membaca tulisan ini, kalian lebih tahu mengenai keberadaan Jonggring Saloko sehingga pemerintah akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dan akses menuju Jonggring Saloko sebagai lokasi wisata. Dengan begitu, wisatawan bisa dengan mudah menjangkau tempat ini dan menikmati keindahan Sang Mutiara Hitam...
I really want to tell you this beautiful Jonggring Saloko because it has been abandoned by the government. When this story is read, I want everyone to know the existence of Jonggring Saloko, the government continues to build infrastructures and access to this beach as tourism point, so tourist can easily reach and enjoy the beauty of The Black Pearl...

Trust me, you cant ever forget the journey to Jonggring Saloko!

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

24 komentar:

  1. Boleh juga kapan-kapan main ke lokasi ini.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. huuuuumt banyak yang gak tau, aku juga gak tau ni pante, kayaknya masih asri banget yah lokasinya

      Hapus
    2. Asri banget.. Nggak ada sampah di sini kayak Balekambang atau Sendang Biru :)

      Hapus
  2. itu ada desanya ya??

    kunjung balik ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tepatnya, Jonggring Saloko ini masih di wilayah desa Mentaraman.
      Tapi desa (yang ada rumah penduduknya) sih jaraknya 8 km dari sana.

      Hapus
  3. Keren... Akses jalan disana gimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah saya tulis, dari Malang-Donomulyo bisa pakai motor/mobil, jalan masih bagus. Donomulyo ke Jonggring jalannya rusak dan kalau bisa pake kendaraan yang kuat offroad

      Hapus
  4. Hemmm sayang saya sudah lama tak berkunjung ke kota Malang.

    Seandainya bisa kesana. Mau aja di ajak ke pantai tersebut.

    kayaknya cocok dengan jiwa petualangan saya.

    Hobi kunjungan pantai.

    Salam dari Jember ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal :)
      perjalanannya cukup sulit tapi jiwa petualang pasti suka :D

      Hapus
  5. asik nih, nice posting, pingin juga kesana kalau pulang cuti besok, tp mana ada waktu, perjalanannya juga jauh lagi... tp suatu saat saya akan kesana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh dan medannya berat, tapi dijamin bagus! Hayuk kesini :D

      Hapus
  6. Aih keren itu pantainya! Tapi, sayang.....jauh banget :(

    BalasHapus
  7. sama balekambang apannya? gue dipameri balekambang sama temen gue di malang dan kakak gue sering banget kesana x(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baratnya, agak jauh. Lebih deket ke pantai Ngliyep..
      Balekambang sih Pantai Wisata, terawat meskipun banyak sampah. Di Jonggring no sampah, no jalan bagus, haha :D

      Hapus
  8. wah bagus pantainya mbak... sayang kaya e belum banyak yang tau :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari awal juga saya bilang gitu...

      Hapus
  9. cara bertuturnya bagus, rapi, mudah dimengerti, ada versi Inggrisnya. lengkap pula, keren!

    pantai2 yang bagus emang tuh biasanya malah susah didatengi, jalannya ribet :p

    tapi kalo udah sampe kesananya... wuiiih ga kapok2 ya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih reviewnya kak pin :D

      Iya! Bagus kan karena jarang dijamah orang, nah jarang dijamah itu juga gara-gara aksesnya sulit. Udah males pulang kalo di tempat bagus :))

      Hapus
  10. Pantainya keren, sayang belum tau yang sebelah mana black pearl nya. :(
    Kesana lagi pasti keren. Postingannya juga keren :)

    BalasHapus
  11. Pantainnya keren hehehe, tapi belum pernah ke black pearl nya :(
    Postingannya keren :p

    BalasHapus
  12. saya besok rencana kesana sendirian naik motor bebek, liat d gugle earth kyknya emang ada jalan.....tp pas baca "....melalui 8 kilometer jalan berbatu yang rusak..." jd galau noh ....tp OK deh, coba dl besok, penasaran akut nih :D

    BalasHapus
  13. rekomend banget nih

    kunjung balik yah,,,

    BalasHapus
  14. Udah pernah ke Jonggring saloko,,, Emang keren pantainya..
    Tapi harus bener2 Ekstra fit... baik kendaraan ataupun orangnya.....
    Heheheh...
    Aku ama temen2ku sampai punya julukan "Jalan Religi" untuk perjalanan ke Jonggring saloko...
    :D

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.