Surat untuk Perjumpaan

Dear Bara,

Malam itu letih menghampiriku. Sekotak paket bertengger di atas meja. Ah, paket buku Milana. Yah.. aku diam-diam memesan pre-order di Gramedia. Tak perlu kau tahu, kak Bara. Aku hanya ingin diam-diam mencuri jatah tanda tanganmu dari tinta magenta itu.

Milana, yang kutahu dari bisikan busukmu berjudul Senja di Jembrana. Indah. Aku begitu menyukai caramu merangkai adegan dalam bingkai cerita. Aku ingin mengerti caramu menulis, aku ingin mengerti caramu berkisah. Aku ingin...menjadi ceritamu?


Kisah pertama kuawali keesokan paginya. Beberapa Adegan yang Tersembunyi di Pagi Hari. Begitu cocok dengan momen saat aku membacanya.

Ah, kak Bara. Apa memang kau menuliskannya sesuai untukku? Kau kisahkan dedaunan, dan aku melirik daun di luar jendela. Kau kisahkan matahari, saat hangatnya menyapa kulitku. Kau kisahkan embun, saat sejuknya mengiringi langkahku.




Cerita pendek berikutnya menemaniku selama 12 April yang indah. Kamu memainkan kata dengan baik, membuatku sekali-sekali berhenti untuk mencernanya. Dan harus kuakui, satu cerita ini terasa istimewa untukku.

Lelaki Berpayung dan Gadis yang Mencintai Hujan

Kak bara, kamu mengisahkan sosok Erina dengan begitu mendetail. Pakaiannya, tingkahnya, gerak-geriknya, caranya meluncurkan kata-kata... Dan kusadari, Erina begitu mirip denganku. Setidaknya, begitu kata orang-orang. Bahkan sebuah ending yang tak kusangka-sangka kau tuliskan di sana. Sebuah reinkarnasi dari Erina... RAINE.

Raine?

Tentu saja ini sebuah kebetulan, kebetulan yang luar biasa. Kau bisa saja menuliskannya, terinspirasi dari Rain, hujan. Begitupun aku. Menuliskan namaku, dari huruf belakang ke huruf depan.. menjadi Rain.
Tapi caramu menuliskan Erina, dan Raine yang begitu mirip denganku... 
Apakah kau sedang menulis tentangku, yang gemar menari di bawah hujan? Apakah ada dunia paralel, dimana aku pernah bertemu denganmu sehingga kau menuliskan pertemuan kita?

Kurasa hanya ada satu cara untuk menjawabnya., maksudku, kamu yang menjawabnya. Bisakah kita bertemu di penghujung Mei nanti? 

Salam dariku,
Rain Hanifa.

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. top markotop
    salam hangat. adib

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.