Sehari di Kebun Raya Bogor

Haloha! Daripada nganggur, mending refreshing dengan buka-buka blog kan ya. Ini saya mau cerita tentang jalan-jalan saya ke Kebun Raya Bogor, 28 April 2013 lalu.
Udah lama sih :| Tapi daripada nggak dapat ceritanya coba.. Eh, sebelumnya, karena ini pertama kalinya saya ke Bogor, maklumilah kalau ada kenorakan yang saya lakukan. http://eemoticons.net

Sekitar jam 8 pagi, saya berangkat dari Stasiun Pasar Minggu menuju Stasiun Bogor. Pake KRL tiketnya Rp 9.000, kalo Kereta Ekonomi cuma Rp 3.000. Jauh ya? Tapi fasilitasnya cukup memadai kok. AC-nya sejuk sampe sakit perut, ada petugas keamanan yang bisa ditanya-tanyain kalau belum paham naik kereta juga. http://eemoticons.net
Nah, bagi Anda yang belum tahu kayak saya, KRL Anda belum tentu berada di jalur yang 'benar' sekalipun sudah menunjuk ke Stasiun Bogor. Biasanya, Anda akan dipindahjalurkan ke gerbong lain ketika sampai di Stasiun Depok atau Depok Baru. Kalau nggak jalur 3 ya jalur 4.
Oh ya, tiket yang dibeli jangan dibuang, mentang-mentang kebiasaan naik Trans Jakarta. Nanti ketika turun akan dicek oleh petugas di stasiun tujuan.

Setibanya di Stasiun Bogor, saya ngacir saja keluar stasiun. Ada sederet pedagang, mirip pasar mini menyambut saya. Oh ternyata ini namanya PKL modern, semacam cara dinas tata kota untuk merapikan PKL di sekitar stasiun tanpa harus mengusir mereka. Bagus loh, bisa mampir sebentar untuk belanja. Tapi saya sarapan dulu di fast food di dekat stasiun. Lumayan. Lumayan buang duit. JDER! http://eemoticons.net

Dari Stasiun Bogor, Kebun Raya Bogor sebenarnya tidak terlalu jauh. Bisa jalan kaki, bisa juga naik angkot 02, dan turun di Gerbang 1 Kebun Raya Bogor. Sok yes, saya dan teman (hidup) memilih jalan kaki. Jalan ke timur sampai ke pertigaan besar Jl. H. Ir. Juanda. Nyeberang jalan deh, udah sampe. Eh, bukan sampe di Kebun Raya, tapi ke Istana Bogor.

Dari luar pagar Istana Kepresidenan, Anda bisa memberi makan rusa-rusa loh. Tinggal beli wortel, ada yang jualan kok. Rusa-rusa ini tidak takut dengan pengunjung, kecuali Anda bikin keributan sih.

Kami terus berjalan ke arah selatan. Ini yang jauh, dan karena sudah siang, rasanya panas. Ada pengalaman lucu di sini, teman saya diajak ngobrol ngalor ngidul sama orang yang baru ditemuinya. Sepanjang perjalanan ke Gerbang 1 KRB, dia terbengong-bengong dengan kisah bapak itu.
Tapi setelah si bapak mulai minta nomer hape, teman saya segera kabur. Khawatir diapa-apain. Takutnya sih tadi juga mau dihipnotis (?)

Tiket masuk KRB adalah Rp 14.000, termasuk asuransi. Kalau Anda bawa motor, pintu masuk KRB ada sebelum Gerbang 1, beli tiket di sana saja dan langsung menuju parkiran.

Emm.. saya agak lupa di KRB ada apa aja. Yang jelas tanaman. Hehehe. Nggak kepikiran mau bikin posting sih saat itu. Atau jangan-jangan saya yang kena hipnotis http://eemoticons.net

Turun dari gerbang, ada rombongan mahasiswa IPB yang lagi praktek. Kami terus berjalan sampai di sebuah kolam. Keruh, kurang terawat. Padahal duduk-duduk di sekitar kolam rasanya tenang banget. Terus turun, ada emm.. apa ya.. peta.
Saya terus berjalan ke utara sampai di Monumen Kelapa Sawit.



Btw, kalau Anda terus berjalan ke utara, nanti bisa ketemu lagi sama Istana Kepresidenan. Iyalah, cuma berbatasan pagar besi doang.
Bisa ketemu rusa lagii :))


Oh ya, ada makam keramat di KRB, tapi saya tidak ke sana. Nggak cuma satu, tapi tiga. Makam itu diyakini milik Ratu Galuh, istri Prabu Siliwangi; makam sesepuh Bogor yang juga penjaga KRB pada masa lalu, Mbah Jepra. Beliau dulunya merupakan seorang panglima kerajaan Pajajaran. Selain itu, di sini ada makam Senopati Mbah Baul.
pic dari detikTravel

Nah, di sisi utara area Kebun Raya Bogor, ada sebuah jembatan gantung, yang dikenal dengan nama Jembatan Gantung Merah. Mitosnya, kalau ada pasangan yang lewat di sini, maka hubungannya bisa berakhir. Sebaliknya, jika ada dua orang tanpa hubungan melaluinya, bisa jadi mereka akan punya hubungan. Entah menikah atau bagaimana.http://eemoticons.net
Tapi yang jelas, jembatan ini lebih sering difungsikan sebagai lokasi hunting foto, baik fotografer beneran maupun anak sekolah berkamera mahal.

Saya menyempatkan makan nasi di penjual dekat jembatan. Tidak untuk ditiru maupun diulangi! Nasi itu sudah tidak enak, karena siang. Sepertinya penjual juga tidak tahu menahu soal kondisi makanan yang dijual, mungkin itu titipan orang lain. Lebih baik membawa bekal kalau ke KRB ya..

Kami berjalan ke arah selatan menuju taman outbond. Ada anak-anak kecil dan ibu-ibu di sana, sepertinya lagi ada acara rekreasi bersama. Ya sudah, saya mau coba-coba levitasi aja.

Tapi kami tidak mengunjungi Griya Anggrek yang terkenal itu karena ada janji dengan teman-teman di Bogor. Sayang sekali! Bagi Anda yang berkunjung ke KRB, jangan lupa ke Griya Anggrek ya. Beneran! Percuma ke KRB kalau tidak ke Griya Anggrek. Anda bisa melihat ratusan spesies anggrek, dan bisa juga membeli beberapa sebagai oleh-oleh.
gambar dari fanpage Griya Anggrek Kebun Raya Bogor

Sekian dulu tulisan saya ketika mengunjungi Kebun Raya Bogor. Maaf penulisannya rada' pusing-pusing amnesia. Happy travelling!

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

13 komentar:

  1. Nah, itu jenis anggrek apa yaa (yang dipoto) ..?

    Waah makin pengen nih ke sana.. Udah punya agenda ke sana tapi lum aja.. hemmm >_< !!

    kalau yang ini pengalaman ana di TMR : http://mah-taj.blogspot.com/2012/03/holiday-in-tmr.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nggak salah ini Anggrek Latar Ular :)

      Hapus
  2. Gara gara liat nih post jadi pengen jalan - jalan. Liburan lulusan gini malah gk kemana - mana. Apalah saya :(

    BalasHapus
  3. Waah ngajak anakku kesini pasti seneng nih mereka.

    BalasHapus
  4. Waah, ngajak anak2ku kesini pasti seneng nih mereka. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang KRB ini paling cocok buat piknik keluarga :D

      Hapus
  5. Wah sangat menolong nih
    terima kasih ya info nya
    tadi nyari2 cara dari st bogor ke kebun raya :D

    BalasHapus
  6. Pas nih petunjuknya, gue mo kesana juga ach...

    BalasHapus
  7. dari stasius bogor ke kebun raya bogor berapa jam mba ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ikut bantu jawab yah, kurleb 15 menit mba, naik angkot 02 yang ke arah KRB nanti turun persis di depan KRB. salam tas lucu

      Hapus
  8. Kalo mau balik ke jkt,dari KRB ke stasiun bogornya naek apa ? Apa sama gtu kita jalan kaki ato naek angkot aja ?

    BalasHapus
  9. Kalo mau baliknya gmna yaa dri KRB ke stasiun bogor nya ?

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.