Dirgahayu ke-67 Republik Indonesia

 #Dirgahayu67RI
Apa yang sudah kamu sumbangkan untuk kemajuan Republik Indonesia?

pagi ini kata-kata itu berbisik halus di telingaku, sementara mataku masih terpaku di timeline twitter yang menghambur seperti aliran sungai kecil. Iya. apa yang sudah aku sumbangkan? Di twitter, banyak yang mainan hestek #MerdekaItu. ya campur-campur, biasalah twitter, ada yang dijawab sungguh-sungguhk, ada juga yang dijawab ala twitter.
#MerdekaItu : Move On dari mantan !
#MerdekaItu terbebas dari belenggu friendzone

Yakali. :D

Tapi memaknai bertambahnya usia kemerdekaan Republik Indonesia mungkin terasa lebih menarik jika kita justru mengembalikan harapan-harapan yang selama ini kita tanggungkan pada negara untuk kembali ke diri kita.
Kita menuntut kemajuan, kita menuntut perubahan, kita menuntut perbaikan. Lalu apa yang sudah kita lakukan untuk itu? Bukankah kita ini Bangsa Indonesia. Kitalah yang memengaruhi pergerakan negeri tercinta ini.

Ibarat kita ini semut-semut yang sedang mengangkut beras dari tempat yang jauh menuju sarang kita. Apa kita terus berdiam di sarang, menunggu jatah beras kita datang? Atau kita sekedar keluar sedikit dari sarang, membantu memindahkan sebutir beras? Atau justru kita berlari keluar sarang, ikut mengangkut beras-beras itu?

Aku mungkin cuma warga biasa. Mahasiswi juga. Masih generasi muda yang masih diharapkan untuk kemajuan negeri ini. Sejujurnya aku takjub. Kadang pikiran polos kekanak-kanakanku muncul, lha negara liat apa dari aku kok mengharapkan kemajuan dariku yang bukan apa-apa? Padahal mungkin nanti aku tidak ikut di politik. Aku juga mungkin bukan penemu yang menginovasikan sesuatu yang membantu bangsa. Aku juga bukan atlet yang mengharumkan nama bangsa. Aku juga belum tentu menjadi guru yang membangun dan mencerdaskan generasi selanjutnya. Lalu apa?

Jika saat ini aku masih menjadi remaja biasa-biasa saja, yang tidak terpengaruh narkoba miras, dan tidak memengaruhi yang lain, apakah aku pantas dibanggakan?
Jika biasanya aku membuang satu sampah plastik di tempat sampah, agar tidak merusak lingkungan, apakah aku pantas dibanggakan?
Jika aku menyumbangkan seribu rupiah untuk korban bencana alam, sangat kecil! Apakah aku telah membantu mereka?
Jika aku sekedar menjadi anggota paduan suara saat upacara 17 Agustus, berartikah?
Jika aku sekedar berpartisipasi dalam lomba akademik, apakah aku telah meyakinkan negeriku bahwa remaja masih bisa dipercaya kemampuan dan prestasinya?
Jika aku membiasakan diri untuk mengembalikan uang yang kelebihan, dan mencatat keuanganku dengan rapi, apakah aku telah tumbuh menjadi pribadi yang tidak korupsi?

bagaimana denganmu? Apa yang sudah kamu sumbangkan untuk kemajuan Indonesia?

#Dirgahayu67Indonesia
Harapan kami tetap ada padamu. Tapi aku tahu, kamu pun mengharapkan perubahan dari kami.

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.